Selasa, 17 Juli 2012

ELEKTROGRAVIMETRI


Elektrogravimetri  merupakan metoda elektroanalisis berdasarkan oksidasi/reduksi, dimana  elektrolisis analit dilakuka dalam periode tertentu, untuk memastikan perubahan secara kuantitatif keadaan oksidasi baru analit
Beda Elektrogravimetri dengan coulometri
—  Keduanya berdasarkan pada reaksi Elektrokimia yang dilakukan dalam periode waktu tertentu
—  Bila analit  di depositkan pada salah satu elektroda, ditimbang beratnya Þ electrogravimetry
—  Jumlah listrik yang diperlukan untuk elektrolisis sempurna digunakan untuk mengukur jumlah analit yang ditentukan Þ coulometry
Prinsip Elektrogravimetri
—  MENETUKAN JUMLAH LISTRIK SEBAGAI FUNGSI WAKTU:
i = dq /dt ;     dq = I dt  ;    q = I ( t2- t1) = i.Dt
Dengan :
I =arus (amper) ;
q = muatan listrik (coulomb) ;
t = waktu (detik)
—  Suatu logam di depositkan secara elektrolisis pada permukaan salah satu elektroda yang telah ditimbang beratnya
—  Digunakan potensial lebih mula-mula sedikit > dibandingkan potensial lebih yang di prediksi untuk reaksi reduksi pada katoda, untuk menghitung berat deposit logam pada anoda, sehingga kehilangan tahanan listrik
—  Dilakukan pengaturan potensial untuk menjaga agar arus yang megalir hanya beberapa amper
—  Sumber arus tetap (potensial berubah-ubah) digunakan untuk proses elektrolisis
—  Komponen yang dianalisis diendapkan pada suatu elektroda (katoda) yang telah diketahui beratnya,
—  setelah pengendapan sempurna dilakukan penimbangan elektroda kembali berikut endapannya
Produk elektrolisis  ditimbang sebagai deposit salah satu elektroda (katoda)
w = weight of product in grams
q = charge in coulombs
M = atomic weight in g/mol
n = # of electrons transferred
F = Faraday’s constant in C/mol

Pengukuran muatan listrik
—  Jumlah muatan listrik (Coulomb) = jumlah muatan listrik yang ditranspor oleh arus tetap 1 Amper dalam 1 detik
—  Jumlah Coulomb Q dihasilkan dari arus tetap I amper yang bekerja selama 1 detik sehingga:
Q = I.t
—  Perubahan arus menghasilkan :
Q = òI dt
Faraday
—  Jumlah muatan yang menghasilkan yang menghasilkan satu ekivalen perubahan kimia padasuatu elektroda
—  Oleh karena ekivalen dalam reaksi redoks adalah jumlah senyawa yang memberi & memakai 1 mol elektron, maka: 
—  Faraday = 6,022x1023 elektron =96,485 C

Presisi
—  Sangat teliti (0.1% atau >) namun memakan waktu
—  Berat dapat ditimbang sampai 0.01mg (dan bila BA dikatahui, sampai  3 ppm atau >
—  Muatan listrik dapat diukur secara akurat, dan konstanta  Faraday dketahui sebesar 96484.56±0.27 C/mol
            Peralatan untuk Elektro-gravimetri
 















Alat Proses elektrogravimetri b. katoda (kasa Pt) c. Anoda (kawat Pt spiral)










Tahapan Analisis Elektro-gravimetri
—  Elektroda Pt, dibersihkan, dikeringkan dan dtimbang beratnya
—  Elektroda Pt ditempatkan dalam sistem dan dipunakan potensial  untuk mendorong terjadinya reaksi redoks
—  Analit terdepositkan pada  elektroda (katoda)
—  Elektroda yang mengandung deposit analit, diambil dan ditimbang  sampai beratnya konstan


—analit  di depositkan pada salah satu elektroda, dan ditimbang beratnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar