Tampilkan postingan dengan label filosopi kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filosopi kopi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

SPASI

Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna jika tidak ada jeda??
Dapatkah ia dimengerti jika tidak ada spasi??

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak??
Dan saling menyayang bila ada ruang??
Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.
JIwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku tapi jangan terlalu erat, karna aku ingin seiring, bukan digiring.

filosofi kopi dan Teh

TIDAK selamanya kopi itu jahat. Di dalam secangkir kopi terdapat manfaat baik. Peneliti di Harvard menemukan fakta bahwa peminum kopi memiliki risiko terkena diabetes lebih kecil, baik yang mengandung kafein atau dekafein.
Kafein yang terdapat dalam kopi membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dapat membakar lebih banyak. Selain itu, minuman ini juga ternyata dapat mengurangi nafsu makan sampai 35 persen dan membuat orang jadi semangat berolahraga. Namun, konsumsi kopi sebaiknya tidak lebih dari dua cangkir setiap hari karena kandungan kafeinnya dapat meningkatkan denyut jantung 2 kali lipat. Sebaiknya minum kopi pahit karena yang berbahaya justru gula yang biasanya menemani kopi.
Minuman sehat yang juga disarankan adalah teh hijau. Manfaat teh hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak serta membantu memblok asupan lemak bila diminum sebelum makan. Teh hijau juga sangat membantu menetralkan efek radikal bebas pada tubuh akibat olahraga. Jadi, mana yang Anda pilih?