KUVET MURAH

KUVET KUARSA / GELAS dan DISPOSIBLE KUALITAS TERBAIK DENGAN HARGA BERSAING
MULAI DARI Rp 100.000,-
Hubungi 085721413683

Minggu, 13 November 2011

Gangguan Metabolisme

Metabolisme Lemak
1. Definisi
Metabolisme:keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis molekul kimia yang menghasilkan & membutuhkan panas (enegi) serta dikatalisis oleh enzim
Metabolisme meliputi:
1) jalur sintesis (anabolisme/endorgenik)
Þ menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks; memerlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP
2) jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik)
Þ memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana; melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP.
2. Komponen Sel
Makromolekul merupakan komponen struktural & fungsional utama sel, terdiri dari:
  1. Asam nukleat
  2. Protein
  3. Karbohidrat/ polisakarida
  4. Lemak/ lipid
Empat jenis nutrien utama, yaitu:
  1. Makronutrien (karbohidrat, protein, lipid) menyuplai energi bagi tubuh
  2. Vitamin membantu penggunaan makronutrien dan mempertahankan jaringan tubuh.
  3. Mineral mempertahankan homeostasis, dan
  4. Air sbg pelarut dalam tubuh, dan sbg alat transport untuk mendistribusikan nutrien ke jaringan.
Struktur supramolekul
Protein asam nukleat polisakarida lipid
Asam amino nukleotida gula sederhana*) gliserol
asam lemak
a- ketoacids ribosa pyruvat(C3) asetat (C2)
C3, C4, C5 nitrogen pyruvat (C3)

Karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O)
Nitogen (N), fosfor (P), sulfur (S)
Makronutrien berfungsi sebagai :
Ø Sumber energi
Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah ATP, fosfokreatin, dan zat molekul berenergi tinggi. Energi ini digunakan untuk transport dan kerja mekanik.
Ø Sintesis
Makromolekul digunakan untuk mensintesis bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pertahanan sel dan jaringan.
Ø Simpanan
Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan tubuh untuk energi dan sintesis, kelebihan nutien tersebut akan disimpan sebagai glikogen dan lemak. Simpanan ini menyediakan energi saat puasa.
Bab II Metabolisme Lemak
Metabolisme bahan makanan terdiri dari :
Absorptive-state: katabolisme ® penguraian molekul zat makanan yang besar menjadi molekul yang lebih kecil; rx oksidasi; melepaskan energi/panas; rx eksorgenik; membebaskan elektron
Post absorptive state/ fasted state: anabolisme ® sintesis molekul yang lebih kecil menjadi molekul yang lebih besar; rx reduksi; membutuhkan energi/panas; rx endorgenik; menyerap elektron
a) Metabolisme lemak
Lemak diabsorbsi terutama dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Asam lemak dirubah menjadi bentuk utama lemak di dalam darah. Asam lemak esensial yang harus disuplai dari makanan ialah asam linoleat dan asam lenolenat.
yang berfungsi sebagai prekursor untuk prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien. Zat ini dapat digunakan sebagai sumber energi oleh jaringan dan mudah disimpan sebagai trigliserida di jaringan adiposa.
Bab III Kelainan Metabolisme Lemak dalam Tubuh
Segolongan penyakit yang ditimbulkan akibat gangguan metabolisme pada umumnya bersifat sistemik.
Gangguan dalam proses metabolisme dapat menimbulkan kelebihan atau kekurangan karbohidrat, protein dan lemak.
C. Gangguan Metabolisme Lemak
1 Kelebihan lemak (Obesitas)
Terjadi karena kalori yang didapat lebih besar dari kalori yg dimetabolisme (hipometabolisme).Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme. Selain itu terjadi akibat kalori yg dibutuhkan menurun yang menyebabkan berat badan naik, meskipun diberi makan tidak berlebihan.
Didalam tubuh lemak ditimbun pada : Jaringan subkutis, Jaringan retroperitoneum, Peritoneum, Omentum, Pericardium dan Pankreas. Obesitas dapat mengakibatkan memperberat hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
2. Hiperlipemia
Terjadi akibat jumlah lipid darah total dan kholesterol meningkat, hiperlipema terdapat pada : Diabetes melitus tidak diobati, Hipotiroidisme, Nefrosis lupoid, Penyakit hati, Sirhrosis biliaris, Xantomatosa, Hiperlipidemi, Hiperkholesterolemi. Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya arteriosclerosis.
3. Defisiensi lemak
Defisiensi lemak pada umunya terjadi pada pasien-paasien : Kelaparan (starvation), Gangguan penyerapan (malabsorption) : penyakit celiac, sprue, penyakit Whipple. Tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanannya karena intake kurang, Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan lemak, dan hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein diambil dari jaringan, Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar